7/7/12


AYO KE MADRASAH …

           Alhamdulillahirobbil ‘Aalamien …. hari pertama pendaftaran MTs. Negeri Slawi membludak. Data yang diperoleh panitia, jumlah calon peserta yang mendaftar ke kelas regular mencapai 346 peserta, sedangkan untuk kelas Full Days School (FDS) yang merupakan kelas unggulan MTsN Slawi tercatat sebanyak 105 peserta. Ini pertanda bahwa madrasah tsanawiyah kini mulai dilirik, tidak lagi dipandang sebelah mata.
          Agaknya manjur juga Gerakan 'Ayo ke Madrasah' yang dicanangkan Kementerian Agama dalam berbagai kesempatan. Sementara itu, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan Islam mendorong para orang tua memasukkan putra-putrinya ke madrasah.

Mengapa Memilih MTsN Slawi?
          Berdasarkan hasil wawancara singkat dengan orang tua/wali yang mendaftarkan putra/putrinya ke MTsN Slawi, ada beberapa hal yang menjadikan MTsN Slawi sebagai pilihan. Pertama, orang tua siswa rata-rata menjawab ingin membekali ilmu agama kepada anaknya, biar bisa ngaji katanya. Kedua, lah … wong kakaknya juga lulusan sini (MTsN Slawi) ya adiknya minta masuk ke MTs … jadi turun-temurun. Ketiga, ada juga yang karena teman-temannya masuk ke MTsN Slawi sehingga anaknya minta di daftarkan. Selanjutnya, letaknya yang strategis dan mudah dijangkau kendaraan juga merupakan alasan beberapa orang tua yang kebetulan ditanya. Belum lagi, karena bapaknya atau ibunya yang dines di kota Slawi, sekalian biar berangkatnya bareng katanya.
          Ternyata, hasil wawancara singkat dan acak ini, tidak ada yang menyinggung tentang mutu MTsN Slawi secara umum. Apakah mereka tidak mengetahui? Atau pertanyaannya yang kurang mengena, sehingga tidak satu pun yang mengungkap tentang kualitas MTsN Slawi. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin berbagi informasi tentang keberadaan MTsN Slawi.

1.      Visi dan Misi Madrasah
Visi:
Terbentuknya Generasi Muda Islam Yang Beriman, Berilmu, Dan Berakhlaq Mulia”

Misi:
a.    Menanamkan dasar-dasar keilmuan melalui berbagai disiplin ilmu yang dijabarkan dalam mata pelajaran umum dan agama Islam serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
b.    Membangun dan mengembangkan kecakapan hidup (life skill) yang bersandar pada akhlaqul karimah, yang meliputi:
§  Kecakapan mengenal diri (personal skill) melalui penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
§  Kecakapan berpikir rasional (thinking skill) untuk menggali dan menemukan informasi, mengolah informasi dan mengambil keputusan, sehingga dapat memecahkan masalah secara kreatif dan bijaksana.
§  Kecakapan sosial (social skill) melalui penghayatan diri sebagai anggota masyarakat dan warga negara dengan cara membangun demokrasi dalam kelas di lingkungan madrasah.
§  Kecakapan akademik (academic skill) dengan cara membangun kemampuan berpikir ilmiah melalui kegiatan, wawancara, observasi dan pelaksanaan penelitian sederhana.
§  Kecakapan vokasional/kejuruan (vocational skill) melalui kegiatan pengenalan dan pengembangan teknologi dan keterampilan dasar untuk memberi bekal hidup di masa yang akan datang.

2.      Kurikulum
        Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan berdasarkan Standar Isi.

3.      Ketenagaan
a.       Jumlah Guru : 84 orang (S2 = 8 orang, S.1 = 72 orang, D3 = 4 orang)
b.      Jumlah Pegawai: 21 orang (16 orang tenaga administrasi dan 5 orang tenaga kebersihan)

        Untuk meningkatkan mutu ketenagaan, dilakukan berbagai kegiatan workshop dan seminar baik yang dilakukan sendiri, maupun dengan cara mengirim guru/karyawan dalam pelatihan yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi jawa Tengah.

4.      Sarana dan Pra Sarana yang dimiliki
        Untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan, berbagai upaya dilakukan dengan melengkapi sarana dan pra sarana kegiatan pembelajaran, yang meliputi:
a.       Ruang kelas berjumlah lebih dari 50 ruang
b.      Perpustakaan, lebih dari 60 ribu buku, berbagai mata pelajaran
c.       Laboratorium bahasa (36 Unit)
d.      Laboratorium Komputer (40 Unit) 3 Lapotop kelas
e.       Laboratorium IPA
f.       Ruang Keterampilan Menjahit
g.      Ruang Kesenian, Seperangkat Alat Musik Band, dan Terbang Jawa
h.      LCD = 8 buah, TV dan DVD = 9 buah, CD Pembelajaran berbagai mata pelajaran, Camera Digital dan Handycam
i.        Seperangkat Alat Manasik haji

5.      Program Kesiswaan
        Aspek yang dikembangkan pada program kesiswaan meliputi: Aspek Moral dan Agama, Etika, Kognitif, Afektif, Motorik, Bahasa, Sosial, Emosional, Seni dan Budaya yang dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a.       Kegiatan Ekstrakurikuler: PMR, Pramuka, Drum band, KIR, Olah raga dan Atletik
b.      Sholat Dzuhur berjamaah
c.       Sholat Dhuha, ketika istirahat
d.      Kantin Kejujuran
e.       Program Adiwiyata (Kebersihan Lingkungan Sekitar) melalui Jum’at Bersih
f.       Gerakan Infaq dan sodakoh tiap Jum’at
g.      Les Komputer dan bahasa
h.      Kajian Kitab, setiap Jum’at
i.        Mengkuti berbagai lomba olah raga/atletik, lomba mapel dan ketangkasan lain
j.        Mengkuti Popda Kabupaten dan Porseni Provinsi jawa Tengah

          Memang tepat pilihan orang tua yang memasukkan putra-putrinya ke MTsN Slawi. Di Madrasah ini, pendidikan agama Islam porsinya lebih banyak dibandingkan sekolah formal lainnya. Karena Madrasah lebih menekankan pada pendidikan akhlak, namun tetap memberikan pelajaran formal lain seperti di sekolah umum. Penekanan pada pendidikan agama ini dimaksudkan agar para siswa memiliki budi pekerti luhur sehingga tidak mudah terjerumus dalam budaya modern kebarat-baratan yang bertentangan dengan kaidah keislaman. Dengan pemberian porsi lebih pada pendidikan spiritual atau agama, diharapkan para lulusan madrasah dapat membentengi dirinya memilah budaya modern.
          Kemudian, sebagai strategi dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah, MTsN Slawi, melaksanakan apa yang dincanangkan Kementerian Agama, yakni: "Panca Prestasi Madrasah", yaitu: (i) Prestasi Akhlaq Mulia, (ii) Prestasi Ilmu Keagamaan, (iii) Prestasi Sains dan Teknologi, (iv) Prestasi Bahasa dan Budaya, dan (v) Prestasi Olah raga dan Seni.

0 komentar:

Post a Comment