• Visi Misi MTs. Negeri Slawi

    MTs. Negeri Slawi memiliki visi dan misi: Beriman, Berilmu, Berakhlaq dan beramal. Sedangkan misi madrasah adalah menanamkan dasar-dasar keilmuan melalui berbagai disiplin ilmu yang dijabarkan dalam mata pelajaran umum dan agama Islam serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta mengembangkan kecakapan hidup (life skill)

  • Program Kelas Unggulan

    Pada tahun pelajaran 2011/2012, MTs. Negeri Slawi membuka program kelas unggulan. Salah satu keunggulan dari program yang ditawarkan adalah bidang Bahasa (Inggris dan Indonesia), Komputer (mahir MS Office) dan pada bidang Agama Islam yaitu: menguasai praktek-praktek ibadah (sholat, pengurusan jenazah, manasik haji, doa-doa, dan mampu membaca Al Qur'an dengan lancar dan benar)

  • Kegiatan Ekstrakurikuler

    Drum band adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler paling banyak diminati siswa. Kegiatan ekstrakurikuler yang lain adalah Pramuka, PMR, Karate, Silat, Terbang Jawa, Qiro'ah, Kosidah Rebana, Teater, Bola Voli, Sepak Bola, Bulu Tangkis, Catur. Sedangkan keterampilan yang ditekankan pada pembelajaran adalah komputer dan menjahit

  • Siswa Berprestasi

    Penghargaan diberikan kepada siswa-siswi yang berprestasi secara akademik dan non akademik, berupa piagam, piala dan serta hadiah lain berupa uang pembinaan. Selain berprestasi secara akademik, prestasi non akademik juga diraih, melalui cabang olah raga Bola Voli, Bulu Tangkis, dan Tenis Lapangan

  • Pelatihan Manasik Haji

    Kegiatan pelatihan manasik haji bagi siswa-siswi kelas VIII, merupakan program tahunan MTs. Negeri Slawi. Tujuan program ini, disamping sebagai upaya pendalaman materi, juga bertujuan membekali siswa-siswi pengetahuan bagaiman pelaksanaan manasik haji, sehingga diharapkan akan memotivasi siswa-siswi untuk melaksanakan haji di masa depan

  • Peningkatan SDM

    Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah, tidak ketinggalan para guru dan karyawan pun menjadi sasaran pelatihan. Setiap guru diharuskan melek teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan internet dan program powerpoint harus dikuasai demi menunjang pelaksanaan KBM. Sementara perangkat keras seperti LCD, DVD, TV dan komputer ditambah jumlahnya demi memenuhi kebutuhan warga madrasah.

  • MOPDB MTsN Slawi 2011/2012

    Selamat Datang Peserta Didik Baru MTs. Negeri Slawi, Selamat mengikuti masa orientasi, semoga kalian semua menjadi warga madrasah yang baik dan mampu memenuhi harapan orang tua, guru dan masyarakat, mampu menunjukan bakat dan prestasi setinggi mungkin sesuai dengan cita-cita. Doa orang tua/wali demi perbaikan/peningkatan mutu madrasah kami harapkan untuk menunjang cita-cita putra-putri bapak/ibu.

  • Majalah AT TARBIYAH

    Majalah MTs. Negeri Slawi At Tarbiyah, sarana komunikasi, ajang kreasi bagi warga madrasah dalam menuangkan ide-ide kreatif yang dapat dijadikan sebagai contoh bagi madrasah lain. Majalah yang memuat semua aktivitas dan kegiatan segenap sivitas akademi MTsN Slawi.

Tips Mengatasi Siswa Bermasalah

Sebaik apa pun anda merancang dan menciptakan lingkungan kelas yang positif perilaku bermasalah pada siswa atau siswa akan muncul. Anda harus menghadapinya dengan cara efektif dan tepat waktu.
Pakar manajemen kelas Carolyn Evertson dan rekannya membedakan antara intervensi minor dan moderasi dalam menangani perilaku bermasalah.

Intervensi Minor
Beberapa masalah hanya membutuhkan intervensi minor atau kecil. Masalah-masalah yang kerap muncul biasanya mengganggu aktifitas belajar di kelas. Misalnya, siswa mungkin ribut sendiri, meninggalkan tempat duduk tanpa ijin, bercanda sendiri, atau memakan permen di kelas. Strategi yang efektif antara lain adalah:

1. Gunakan isyarat non verbal
Jalin kontak mata dengan siswa. Kemudian beri isyarat dengan meletakkan telunjuk jari di bibir anda, menggeleng kepala, atau menggunakan isyarat tangan untuk menghentikan perilaku tersebut.

2. Terus lanjutkan aktifitas belajar
Biasanya terjadi suatu jeda dalam transisi aktifitas dalam kegiatan belajar mengajar, dimana pada jeda tersebut siswa tidak melakukan apa-apa. Pada situasi ini, siswa mungkin akan meninggalkan tempat duduknya, mengobrol, bercanda dan mulai ribut. Strategi yang baik adalah bukan mengkoreksi tindakan mereka tetapi segera melangsungkan aktifitas baru berikutnya.

3. Mendekati siswa
Saat siswa mulai bertindak menyimpang. Anda cukup mendekatinya, maka biasanya dia akan diam.

4. Arahkan perilaku
Jika siswa mengabaikan tugas yang kita perintahkan, ingatkan mereka tentang kewajiban itu. Anda bisa berkata, “Baiklah, ingat, semua anak harus menyelesaikan soal matematika ini.”

5. Beri instruksi yang dibutuhkan
Terkadang siswa melakukan kesalahan kecil saat tidak memahami cara mengerjakan tugas. Untuk mengatasinya anda harus memantau siswa dan memberi petunjuk jika dibutuhkan.

6. Suruh siswa berhenti dengan nada tegas dan langsung
Jalin kotak mata dengan siswa, bersikap asertif, dan suruh siswa menghentikan tindakannya. Buat pernyataan, singkat dan pantau situasi sampai siswa patuh. Strategi ini bisa dilakukan dengan mengkombinasikan strategi mengarahkan perilaku siswa.

7. Beri siswa pilihan
Berilah siswa tanggung jawab dengan memilih dua pilihan, bertindak benar atau menerima konsekuensi negatif. Beri tahu siswa apa tindakan benar itu dan apa konsekuensi bila melanggar.

Intervensi Moderat
Beberapa perilaku yang salah membutuhkan intervensi yang lebih kuat ketimbang yang baru saja dideskripsikan pada intervensi minor di atas, misalnya, ketika siswa menyalahgunakan aktifitasnya, mengganggu, cabut dari kelas, mengganggu pelajaran, atau mengganggu pekerjaan siswa lainnya. Berikut adalah strategi yang bisa dilakukan:

1. Jangan beri privilese atau aktifitas yang mereka inginkan
Bila anda memperbolehkan siswa untuk berkeliling kelas atau mengerjakan tugas dengan siswa lain dan ia malah menyalahgunakan privilese yang anda berikan atau mengganggu pekerjaan temannya, maka anda bisa mencabut privilesenya.

2. Buat perjanjian behavioral
Buatlah perjanjian yang bisa disepakati oleh semua siswa. Perjanjian ini harus merefleksikan masukan dari kedua belah pihak yaitu guru dan siswa. Jika muncul problem dan siswa tetap keras kepala, guru bisa merujuk pada kesepakatan bersama yang telah dibuat.
3. Pisahka
n atau keluarkan siswa dari kelas
Bila siswa bersenda gurau dan bersikap tidak mengindahkan peringatan, anda bisa memisahkan ia dari siswa disekitarnya ataupun mengeluarkannya dari dalam kelas.

4. Kenakan hukuman atau sanksi
Menggunakan hukuman sebaiknya tidak melakukan tindakan kekerasan, tetapi bisa dilakukan dengan memberikan tugas mengerjakan soal atau menulis halaman tambahan.
Daftar Pustaka
Santrock, John, W. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencan Prenada Media Group


Share/Bookmark

0 komentar:

Poskan Komentar